Kamis, 14 Desember 2017

Meranjau Diri Sendiri

Ranjau adalah semacam jebakan dalam istilah terminologinya, nah di sini bisa juga di olah kembali dengan semacam menu atau selainnya. jebakan di sini bisa sangat berpengaruh kepada masa depan dan kesetabilan seluruh lapisan masyarakat baik kalangan atas tengah bawah. nah ranjau di sini di buat oleh kalangan yang bisa di anngap buruhnya masyarakat. simak selengkapnya di bawah.

Meranjau Diri Sendiri

_Daur 9_

Meranjau Diri Sendiri

“Negara kalian semakin rusak oleh kelakuan pengurusnya sendiri”, Mbah Sot melaporkan kepada anak-anak muda yang hatinya merasa terbuang itu, sebagaimana dikisahkan Brakodin, meng-Iqra` situasi Negerinya, “Mereka terjebak di dalam jebakan yang mereka ciptakan sendiri. Mereka terjerumus ke dalam ranjau yang mereka gali sendiri. Kaki mereka terserimpet oleh tali-tali yang mereka rajut sendiri. Mereka kebingungan oleh pukat ambisi mereka sendiri”.

“Pemimpin tertingginya sedang suntuk bekerja, berstrategi, dan mengatur-atur bagaimana melindungi seorang bawahannya. Yang posisinya sangat penting dibanding ribuan bawahannya yang lain. Yang juga merupakan kunci keselamatannya sendiri, serta kunci sukses atau gagalnya pelaksanaan berbagai perjanjian antara pimpinan tertinggi itu dengan sekumpulan orang kaya yang membiayai dan merekayasa nya untuk menjadi pimpinan tertinggi”


“Dilindungi bagaimana? Dilindungi agar menang dalam dua perkara. Pertama, peradilan yang bisa menyeretnya masuk penjara. Kedua, pemilihan kepala daerah yang wajib dimenangkan oleh anak buahnya itu, apapun caranya, kalau perlu dengan mengubah neraka menjadi surga dan sebaliknya.”

“Saya butuh waktu tujuh hari tujuh malam untuk menguraikan semua itu”, kata Mbah Sot, diceritakan Brakodin, “tapi cobalah salah seorang dari kalian membuka Al-Qur`an. Carilah firman Tuhan: “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang murah, mereka itu sebenarnya tidak menelan ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”. (1) (Al-Baqarah 174).

Note

(1)

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.

dan begitulah keadaan yang sedang kita alami, semoga kita selalu di bebaskan dari sifat kedengkian, kesombongan, angkuh, tidak peduli kepada siapapun ,asah mental dan jiwa kita sekeras baja dan selembut sutera. semoga artikel ini bermanfaat, berguna bagi kita semua dan salam bahagia buat para pejuang bangsa.


Sumber : Emha Ainun Nadjib Dan Caknun.com

Related Posts

Meranjau Diri Sendiri
4/ 5
Oleh