Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) melakukan dekonstruksi pemahaman nilai, pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi masalah masyarakat. Saya berfikir sangat senang dan bahagia karena beliau sangat mulya nan ikhlas secara terus menerus mengasuh indonesia, selalu menemani dengan sabar turut serta membantu masalah-masalah di masyarakat. semoga beliau selalu di beri kesehatan dan di panjangkan umur agar selalu bisa menemani kita dan ilmu-ilmu beliau sangat kita tunggu-tunggu dalam setiap acara Maiyah maupun di luar acara Maiyah.
_Daur 2_
Iqra` Fisabilillah
“Mujahidin Fisabilillah, Pakde?”, Junit agak waswas.
“Ya. Para pejuang kehidupan di jalan Allah”
“Semua jalan itu ya jalan Allah, Pakde”
“Kan ada jalan setan. Jalan Iblis. Iqra` harus lengkap”
“Jalannya tetap milik Allah, cuma arah dan tujuannya, kalau tidak menuju Allah, disebut jalan Setan atau Iblis”
“Para Mujahidin itu sangat sadar dan tekun berjalan menuju Allah. Mereka menyeberang laut, bekerja di Negeri yang sangat jauh, karena di Negerinya sendiri bukan hanya susah mencari pekerjaan, tapi andai sudah bekerja pun banyak gangguan, ancaman, dan penggerogotan.
“Beriman, berhijrah, dan berjihad, ya Pakde” (1) (Al-Baqarah: 218).
“Mereka berjuang demi penghidupan keluarga. Kerja keras. Sangat keras. Tapi juga sangat tekun dan susah payah mempertahankan ibadahnya kepada Allah. Bahkan menabung biaya untuk mendirikan Masjid di Negara yang tidak mengenal Masjid”
“Siapa mereka itu, Pakde?”
“Anak-anak muda seumur kalian. Mereka belajar tidak terutama kepada teks, kepada kata, kalimat atau buku-buku. Kelas mereka adalah bekerja, menjadi buruh di pabrik-pabrik, kantor-kantor, dan tempat-tempat lain. Mereka pekerja kelas satu di Negeri itu. Mereka sangat disukai oleh Majikan-majikan mereka, karena terampil, prigel dan mrantasi: mampu dan ikhlas menyelesaikan pekerjaan yang meskipun bukan tugas mereka. Mereka sangat disayang dan dibela meskipun fisabilillah….”
“Meskipun fisabilillah maksudnya bagaimana, Pakde?”
“Tidak punya visa atau izin tinggal, karena suatu sebab, sehingga disebut fisabilillah”.
Note
(1)
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Demikian penjelasan Daur, Esai Simbah nun kali ini semoga apa yang di sampaikan bisa sangat bermanfaat bagi kita semua untuk mendesain kembali pemikiran-pemikiran kita yang terlalu padat dalam menanggapi sesuatu, karena sesungguhnya kebenaran dan hasil Ilmu atau apapun yang kita dapat, sifatnya Cair bahkan bisa kapan saja kita menemukan kebaikan dan kebenaran itu, bisa hari ini, besok, lusa atau bahkan besok-besok kita menemukan lebih baik lagi, so tetap semangat di dalam belajar. salam hangat dan bahagia selalu sahabatku semua.
Sumber : Emha Ainun Nadjib Dan Caknun.com
_Daur 2_
Iqra` Fisabilillah
“Mujahidin Fisabilillah, Pakde?”, Junit agak waswas.
“Ya. Para pejuang kehidupan di jalan Allah”
“Semua jalan itu ya jalan Allah, Pakde”
“Kan ada jalan setan. Jalan Iblis. Iqra` harus lengkap”
“Jalannya tetap milik Allah, cuma arah dan tujuannya, kalau tidak menuju Allah, disebut jalan Setan atau Iblis”
“Para Mujahidin itu sangat sadar dan tekun berjalan menuju Allah. Mereka menyeberang laut, bekerja di Negeri yang sangat jauh, karena di Negerinya sendiri bukan hanya susah mencari pekerjaan, tapi andai sudah bekerja pun banyak gangguan, ancaman, dan penggerogotan.
“Beriman, berhijrah, dan berjihad, ya Pakde” (1) (Al-Baqarah: 218).
“Mereka berjuang demi penghidupan keluarga. Kerja keras. Sangat keras. Tapi juga sangat tekun dan susah payah mempertahankan ibadahnya kepada Allah. Bahkan menabung biaya untuk mendirikan Masjid di Negara yang tidak mengenal Masjid”
“Siapa mereka itu, Pakde?”
“Anak-anak muda seumur kalian. Mereka belajar tidak terutama kepada teks, kepada kata, kalimat atau buku-buku. Kelas mereka adalah bekerja, menjadi buruh di pabrik-pabrik, kantor-kantor, dan tempat-tempat lain. Mereka pekerja kelas satu di Negeri itu. Mereka sangat disukai oleh Majikan-majikan mereka, karena terampil, prigel dan mrantasi: mampu dan ikhlas menyelesaikan pekerjaan yang meskipun bukan tugas mereka. Mereka sangat disayang dan dibela meskipun fisabilillah….”
“Meskipun fisabilillah maksudnya bagaimana, Pakde?”
“Tidak punya visa atau izin tinggal, karena suatu sebab, sehingga disebut fisabilillah”.
Note
(1)
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Demikian penjelasan Daur, Esai Simbah nun kali ini semoga apa yang di sampaikan bisa sangat bermanfaat bagi kita semua untuk mendesain kembali pemikiran-pemikiran kita yang terlalu padat dalam menanggapi sesuatu, karena sesungguhnya kebenaran dan hasil Ilmu atau apapun yang kita dapat, sifatnya Cair bahkan bisa kapan saja kita menemukan kebaikan dan kebenaran itu, bisa hari ini, besok, lusa atau bahkan besok-besok kita menemukan lebih baik lagi, so tetap semangat di dalam belajar. salam hangat dan bahagia selalu sahabatku semua.
Sumber : Emha Ainun Nadjib Dan Caknun.com
Iqra` Fisabilillah
4/
5
Oleh
Unknown
