Iqra' Iqra' dan Iqra' itulah pelajaran yang harus senantiasa kita pupuk setiap hari, mulai dari membaca hal-hal yang sangat kecil dan terkadang kita sangat mudah meremehkan nya. padahal dari hal yang sangat kecil itu bisa jadi dan pasti banyak mengandung makna-makna yang luar biasa bagi kehidupan kita hari ini dan ke depan nya. akan lebih baik jika kita selalu berusaha agar tidak gampang meremehkan apa saja yang kita alami dan kita temui di mana pun, bagaimana pun. lebih detail nya mari kita simak sub bahasan berikut ini ;
_Daur 13_
Sombong, Kejam, Menyakiti
Tetapi menurut Brakodin, di samping kebanggaan bertemu dengan anak-anak muda Mujahidin, para pekerja keras dan para perajin ibadah kepada Allah di Negeri yang secara tradisi tidak mengenal Allah – Mbah Sot juga bercerita tentang kesedihan yang membuatnya berduka.
“Di antara para Mujahidin yang sangat mengharukan dan membesarkan dada itu”, demikian kata Mbah Sot, dikisahkan oleh Brakodin, “ada sekelompok anak-anak muda yang sangat merepotkan kehidupan di dunia dan menyusahkan orang Islam”
Junit, Jitul, Tuling, dan Seger penasaran apa maksudnya ini.
“Mereka ini menyebut Negara di mana mereka bekerja sebagai Negara Kafir, tetapi mereka makan nasi dan menerima gaji dari Bos-bos Kafir Perusahaan-perusahaan Kafir. Mereka mengabdi kepada majikan-majikan sambil kafir kan mereka di belakang punggung”
“Sementara mereka selalu bersikap sangat sombong, bermulut kejam, dan tiap hari menyakiti hati sesama Muslim. Sejak dulu Kiai dan Ulama pengabdi Tuhan dan penyayang manusia berjuang menambah jumlah orang yang mengislamkan dirinya. Sementara jenis Kiai yang ini setiap hari ribut menuduh kafir saudara-saudaranya sendiri sesama Muslim, serta sibuk mengurangi jumlah Kaum Muslimin, hanya karena berbeda pandangan dengan mereka. Mungkin metode Iqra` tingkat tertinggi dari para Masyayikhul-Ulama yang mereka pakai”.
Junit menyahut: “Mereka seperti tidak mendapat rahmat dari Allah. ’Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka’ [1] (Ali Imron: 159). Yang ini bilang asal orang ber syahadattain ia menjadi Islam, yang di sana sudah menjalankan Rukun Islam masih di tuduh kafir-kafir”.
Note
[1]
ۖ فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Dan itu sedikit keterangan yang dapat kita sampaikan, harapan kami Goresan di atas selalu membawa manfaat bagi kita semua. begitu banyak hal-hal yang harus kita manfaatkan serta kita lakukan agar selalu lebih baik dan berkesan, selesaikan masalah-masalah yang mendera dengan penuh kejernihan, berfikir dengan jernih dan tak lupa manfaatkan hati sebagai pertimbangan-pertimbangan yang lebih baik.
Sumber : Emha Ainun Nadjib Dan Caknun.com
_Daur 13_
Sombong, Kejam, Menyakiti
Tetapi menurut Brakodin, di samping kebanggaan bertemu dengan anak-anak muda Mujahidin, para pekerja keras dan para perajin ibadah kepada Allah di Negeri yang secara tradisi tidak mengenal Allah – Mbah Sot juga bercerita tentang kesedihan yang membuatnya berduka.
“Di antara para Mujahidin yang sangat mengharukan dan membesarkan dada itu”, demikian kata Mbah Sot, dikisahkan oleh Brakodin, “ada sekelompok anak-anak muda yang sangat merepotkan kehidupan di dunia dan menyusahkan orang Islam”
Junit, Jitul, Tuling, dan Seger penasaran apa maksudnya ini.
“Mereka ini menyebut Negara di mana mereka bekerja sebagai Negara Kafir, tetapi mereka makan nasi dan menerima gaji dari Bos-bos Kafir Perusahaan-perusahaan Kafir. Mereka mengabdi kepada majikan-majikan sambil kafir kan mereka di belakang punggung”
“Sementara mereka selalu bersikap sangat sombong, bermulut kejam, dan tiap hari menyakiti hati sesama Muslim. Sejak dulu Kiai dan Ulama pengabdi Tuhan dan penyayang manusia berjuang menambah jumlah orang yang mengislamkan dirinya. Sementara jenis Kiai yang ini setiap hari ribut menuduh kafir saudara-saudaranya sendiri sesama Muslim, serta sibuk mengurangi jumlah Kaum Muslimin, hanya karena berbeda pandangan dengan mereka. Mungkin metode Iqra` tingkat tertinggi dari para Masyayikhul-Ulama yang mereka pakai”.
Junit menyahut: “Mereka seperti tidak mendapat rahmat dari Allah. ’Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka’ [1] (Ali Imron: 159). Yang ini bilang asal orang ber syahadattain ia menjadi Islam, yang di sana sudah menjalankan Rukun Islam masih di tuduh kafir-kafir”.
Note
[1]
ۖ فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka.
Dan itu sedikit keterangan yang dapat kita sampaikan, harapan kami Goresan di atas selalu membawa manfaat bagi kita semua. begitu banyak hal-hal yang harus kita manfaatkan serta kita lakukan agar selalu lebih baik dan berkesan, selesaikan masalah-masalah yang mendera dengan penuh kejernihan, berfikir dengan jernih dan tak lupa manfaatkan hati sebagai pertimbangan-pertimbangan yang lebih baik.
Sumber : Emha Ainun Nadjib Dan Caknun.com
Sombong, Kejam, Menyakiti
4/
5
Oleh
Unknown
