_Daur 1_
Fa Ashlihu Presiden
Di sini kami akan mengurai langkah dari awal Daur, Esai dari mbah nun, semoga dapat menambah wawasan anda semua dan simak terus Daur-Daur terbaru mbah nun. teruslah pupuk rasa syukurmu agar engkau semakin ringan dalam menjalani hidup, hidup itu anugerah, hidup itu indah dan hidup itu lebih dari apa yang engkau rasakan.
Junit sedang melamun-lamunkan Iqra`, tiba-tiba Brakodin bercerita bahwa Mbah Markesot akhir bulan kemarin dihubungi oleh salah seorang koordinator Menteri untuk bertemu bertiga dengan Presiden.
“Waduh”, kata Junit spontan.
“Kok waduh . . . Kenapa?”, Brakodin bertanya.
“Ya jangan sampai lah, Pakde”, jawab Junit.
“Kenapa? Siapa tahu diajak fa ashlihu” (1) (Al-Hujurat: 9).
“Saya tidak tega nanti fitnahnya luar biasa banyak. Indonesia sedang gaduh dengan permusuhan. Sedang riuh rendah oleh kebencian. Dan Pemerintah merupakan salah satu di antara yang membenci dan bermusuhan. Kalau Mbah Sot ketemu Presiden, nanti memunculkan kesimpulan umum bahwa Mbah Sot mendukung salah satu pihak. Tidak terutama akan di-bully habis di media sosial sampai di warung-warung. Tapi itu menyakiti hati pihak lain yang berseberangan dengan Pemerintah. Juga jangan lupa, Pakde, saya bisa bertengkar dengan Jitul, Toling, atau Seger. Perpecahan akan tambah kepingan-kepingannya. . . . ”
“Diajak ketemu di Gedung Agung, atau mungkin di tempat lain di mana Presiden berkunjung”, Brakodin menambahkan.
“Lebih celaka lagi”, sahut Junit.
“Lha di mana supaya aman?”
“Di tempat netral pun belum tentu manfaat. Bahkan seandainya Presiden berkunjung ke Patangpuluhan pun harus seribu kali dipertimbangkan untuk diterima atau tidak. Pakde Brakodin jangan guyon. . . . Gimana sebenarnya ini?”
“Mbah Sot-mu sudah dijadwal oleh Tuhan hari itu dia harus berkunjung ke markas Mujahidin Fisabilillah”, jawab Brakodin.
Note
(1)
وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِن فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَابِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
untuk kali ini itu saja dulu untuk pembahasan kali ini, teruslah belajar agar kita bisa menemukan kebaikan-kebaikan yang cair ini, menemukan dan mengelola lebih baik dan selalu menabur benih manfaat kepada orang lain, semoga kita selalu di beri hidayah oleh Allah swt secara terus menerus. nabiyullah Muhammad Saw melebarkan sayap syafaatnya kepada kita semua. amin.
Sumber : Emha Ainun Nadjib Dan Caknun.com
Fa Ashlihu Presiden
Di sini kami akan mengurai langkah dari awal Daur, Esai dari mbah nun, semoga dapat menambah wawasan anda semua dan simak terus Daur-Daur terbaru mbah nun. teruslah pupuk rasa syukurmu agar engkau semakin ringan dalam menjalani hidup, hidup itu anugerah, hidup itu indah dan hidup itu lebih dari apa yang engkau rasakan.
“Waduh”, kata Junit spontan.
“Kok waduh . . . Kenapa?”, Brakodin bertanya.
“Ya jangan sampai lah, Pakde”, jawab Junit.
“Kenapa? Siapa tahu diajak fa ashlihu” (1) (Al-Hujurat: 9).
“Saya tidak tega nanti fitnahnya luar biasa banyak. Indonesia sedang gaduh dengan permusuhan. Sedang riuh rendah oleh kebencian. Dan Pemerintah merupakan salah satu di antara yang membenci dan bermusuhan. Kalau Mbah Sot ketemu Presiden, nanti memunculkan kesimpulan umum bahwa Mbah Sot mendukung salah satu pihak. Tidak terutama akan di-bully habis di media sosial sampai di warung-warung. Tapi itu menyakiti hati pihak lain yang berseberangan dengan Pemerintah. Juga jangan lupa, Pakde, saya bisa bertengkar dengan Jitul, Toling, atau Seger. Perpecahan akan tambah kepingan-kepingannya. . . . ”
“Diajak ketemu di Gedung Agung, atau mungkin di tempat lain di mana Presiden berkunjung”, Brakodin menambahkan.
“Lebih celaka lagi”, sahut Junit.
“Lha di mana supaya aman?”
“Di tempat netral pun belum tentu manfaat. Bahkan seandainya Presiden berkunjung ke Patangpuluhan pun harus seribu kali dipertimbangkan untuk diterima atau tidak. Pakde Brakodin jangan guyon. . . . Gimana sebenarnya ini?”
“Mbah Sot-mu sudah dijadwal oleh Tuhan hari itu dia harus berkunjung ke markas Mujahidin Fisabilillah”, jawab Brakodin.
Note
(1)
وَإِن طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِن بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِن فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَابِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
untuk kali ini itu saja dulu untuk pembahasan kali ini, teruslah belajar agar kita bisa menemukan kebaikan-kebaikan yang cair ini, menemukan dan mengelola lebih baik dan selalu menabur benih manfaat kepada orang lain, semoga kita selalu di beri hidayah oleh Allah swt secara terus menerus. nabiyullah Muhammad Saw melebarkan sayap syafaatnya kepada kita semua. amin.
Sumber : Emha Ainun Nadjib Dan Caknun.com
Fa Ashlihu Presiden
4/
5
Oleh
Unknown
