Selasa, 26 Desember 2017

Membersihkan Tanpa Ikut Mengotori

Akal adalah anugerah yang Luar biasa dari Allah Swt, kenapa manusia di kasih akal, hati dan perasaan. sudah pasti karena Allah sayang kepada ciptaanya, dengan bekal Akal Fikiran agar manusia bisa menggunakan cara berfikir nya dengan baik, untuk kepentingan bersama, untuk saling menolong bahkan peduli satu sama lain. dengan hati manusia bisa mencerna kembali apa yang dia ketahui dan menemukan kembali arah tujuan manusia yang sudah di bangun lewat perjanjian ketika manusia akan di lahir kan.

Membersihkan Tanpa Ikut Mengotori

_Daur 11_
Membersihkan Tanpa Ikut Mengotori

Mbah Sot, demikian Brakodin menceritakan, sebenarnya sudah sangat kelelahan untuk menjelaskan kerusakan-kerusakan Negerinya sendiri yang sangat menyedihkan hatinya dan amat menguras tenaga batinnya. Satu Iqra` saja sudah tak ada habisnya. Tapi rupanya masih sempat sekilas dua kilas menyampaikan sejumlah inti permasalahannya.

“Kalian tidak harus mencari dan membaca informasi Tuhan ini: ‘Maka bagaimanakah halnya apabila mereka orang-orang munafik itu ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: ‘Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna’.’ [1] (An-Nisa: 62). Kalian sangat berhak meremehkan saya, karena saya orang tua renta ini memang bukan faktor apa-apa di Negeri kalian. Tapi kalau beberapa waktu yang dekat di depan kita ini nanti kalian mendengar apa yang Tuhan bilang ‘kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah’ – kalian tidak perlu heran, karena sekarang saya sudah menyampaikan kepada kalian”

“Sejak puluhan tahun silam pekerjaan saya adalah memperbaiki truk yang rusak, meskipun saya tidak ikut merusaknya. Membersihkan rumah yang kotor penuh tinja, padahal saya tidak ikut buang air besar. Memperbaiki bangunan rumah yang tiangnya patah, atapnya bocor, temboknya retak, atau hama tikusnya merajalela. Mendamaikan penghuni rumah itu yang tak habis-habisnya bertengkar. Baik bertengkar di antara mereka sendiri maupun berantem dengan tetangga-tetangganya. Alhasil pekerjaan saya adalah mendirikan kembali bangunan yang roboh, tanpa saya pernah merobohkannya. Menata hati dan pikiran maling yang akan dipenjara, padahal ketika akan mencuri tidak bilang saya…”.

Note
[1]

فَكَيْفَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَاءُوكَ يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا إِحْسَانًا وَتَوْفِيقًا

Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna".

demikian pemaparan yang dapat kami sampaikan, walaupun lewat seulas kata, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. gunakan dengan baik dari segala yang Allah anugerah kan bagi kita semua berbekal dengan Akal fikiran , hati dan perasaan. jadilah lebih baik dan tetap semangat.


Sumber : Emha Ainun Nadjib Dan Caknun.com

Related Posts

Membersihkan Tanpa Ikut Mengotori
4/ 5
Oleh